zaman kuno:
* Pigmen alami: Orang Mesir menggunakan serangga, beri, dan mineral yang dihancurkan seperti oker untuk membuat warna bibir mereka.
* lilin lebah: Ini digunakan sebagai pengikat untuk menyatukan pigmen, memberikan lipstik bentuk yang lebih stabil.
* lemak hewani: Ini digunakan sebagai dasar untuk lipstik, menambah kelembaban dan membantu warna melekat pada bibir.
* Bahan -bahan lain: Budaya kuno juga menggunakan bahan -bahan seperti pacar, kunyit, dan bahkan batu permata yang dihancurkan untuk menambah warna dan semangat pada lipstik mereka.
Abad Pertengahan:
* Mirip dengan zaman kuno: Pigmen alami, lilin lebah, dan lemak hewani terus menjadi komponen utama lipstik selama periode ini.
* Peningkatan penggunaan pewarna: Pengenalan pewarna seperti carmine (berasal dari serangga cochineal) memungkinkan nuansa yang lebih cerah dan lebih bersemangat.
abad ke -17 dan ke -18:
* Peningkatan variasi: Formula yang lebih canggih muncul, memanfaatkan variasi pigmen dan pewarna yang lebih besar, termasuk besi oksida untuk warna merah dan kapur untuk warna pucat.
* Penggunaan timbal: Sementara dianggap beracun hari ini, timbal digunakan sebagai pigmen di beberapa lipstik untuk rona merahnya yang semarak.
abad ke -19 dan awal ke -20:
* Industrialisasi: Produksi massal lipstik dimulai, menggunakan formula yang lebih terstandarisasi.
* Peningkatan ketergantungan pada bahan kimia: Pewarna dan pigmen sintetis semakin banyak digunakan untuk menciptakan rentang warna dan tekstur yang lebih luas.
* masalah keamanan awal: Sementara beberapa kemajuan dibuat, peraturan keselamatan untuk bahan lipstik masih terbelakang.
Catatan Penting: Sangat penting untuk diingat bahwa formula lipstik historis sering mengandung bahan -bahan yang berpotensi berbahaya. Penggunaan timah dan logam berat lainnya, serta kurangnya sanitasi yang tepat dalam produksi, menimbulkan risiko kesehatan yang signifikan bagi mereka yang menggunakannya.
Saat ini, rumus lipstik telah mengalami pengujian keamanan yang ketat dan umumnya dianggap aman untuk digunakan. Mereka menggunakan campuran lilin, minyak, pigmen, dan bahan -bahan lain yang dirancang untuk warna dan tekstur, sambil memperhatikan alergen dan sensitivitas potensial.