1. Etanol (etil alkohol): Ini adalah alkohol yang paling banyak digunakan dalam kosmetik dan umumnya dianggap aman untuk penggunaan topikal. Ini efektif melawan berbagai mikroba dan relatif murah.
2. Phenoxyethanol: Ini adalah pilihan populer lainnya, yang sering digunakan dalam kombinasi dengan pengawet lainnya. Ini efektif melawan bakteri dan jamur dan memiliki umur simpan yang lebih lama daripada etanol.
3. Benzyl Alkohol: Ini adalah alkohol alami yang ditemukan di banyak tanaman. Ini efektif melawan berbagai mikroba dan sering digunakan dalam kosmetik alami.
4. Isopropil alkohol: Meskipun sering digunakan sebagai desinfektan, itu kurang umum dalam kosmetik karena potensinya untuk menjengkelkan pada kulit.
5. Alkohol Cetyl: Ini adalah alkohol berlemak yang berasal dari sumber alami. Ini biasanya digunakan sebagai emolien atau pengental tetapi juga memiliki beberapa sifat pengawet.
6. Stearyl Alkohol: Mirip dengan alkohol cetyl, juga berasal dari sumber alami dan digunakan terutama sebagai pengental dan emolien, tetapi juga memberikan beberapa manfaat pengawet.
Penting untuk dicatat bahwa:
* Semua pengawet alkohol dapat menyebabkan iritasi atau reaksi alergi pada individu yang sensitif.
* Konsentrasi alkohol yang digunakan dalam kosmetik biasanya sangat rendah, mulai dari 0,1% hingga 1%.
* Selalu periksa daftar bahan kosmetik Anda untuk melihat apakah mereka mengandung pengawet alkohol.
Jika Anda memiliki kulit sensitif, selalu yang terbaik untuk memilih kosmetik dengan pengawet minimal atau tanpa alkohol. Anda juga dapat mempertimbangkan alternatif alami seperti ekstrak biji grapefruit atau ekstrak rosemary.