Bahan berbahaya potensial:
* wewangian sintetis: Beberapa wewangian sintetis dapat menyebabkan iritasi kulit, reaksi alergi, dan bahkan masalah pernapasan pada individu yang sensitif.
* Minyak Esensial: Meskipun sering dipasarkan sebagai alami, beberapa minyak esensial seperti kayu manis, cengkeh, dan peppermint dapat menjengkelkan atau bahkan beracun bagi kulit ketika diaplikasikan secara langsung.
* phthalates: Bahan kimia ini dapat ditemukan di beberapa minyak wewangian dan terkait dengan gangguan hormon dan masalah kesehatan lainnya.
Penggunaan yang tidak patut:
* aplikasi murni: Minyak wewangian terkonsentrasi dan harus diencerkan dengan minyak pembawa seperti minyak almond atau jojoba sebelum dioleskan ke kulit.
* Reaksi Alergi: Bahkan minyak aroma yang diencerkan dapat menyebabkan reaksi alergi pada individu dengan kulit sensitif. Penting untuk menambal uji minyak wewangian baru pada area kecil kulit sebelum menggunakannya secara luas.
Tips Keselamatan:
* Pilih minyak wewangian dengan cermat: Cari minyak wewangian yang diberi label sebagai "aman kulit" atau "bebas phtalate."
* encer oli wewangian: Selalu encerkan minyak wewangian dengan minyak pembawa sebelum menggunakannya di kulit Anda.
* Tes patch: Oleskan sedikit minyak aroma encer ke area kecil kulit dan tunggu 24 jam untuk melihat apakah Anda memiliki reaksi.
* Hindari kontak dengan mata dan selaput lendir.
* menjaga minyak wewangian di luar jangkauan anak -anak dan hewan peliharaan.
Alternatif:
* Minyak Esensial Alami: Pilih minyak esensial yang diketahui aman untuk kulit, seperti lavender, chamomile, dan minyak pohon teh.
* Minyak pembawa tanpa aroma: Jika Anda memiliki kulit yang sensitif, pertimbangkan untuk menggunakan minyak pembawa tanpa aroma seperti minyak almond atau minyak jojoba untuk melembabkan kulit Anda.
Sebagai kesimpulan, sementara minyak wewangian rumah dapat digunakan dengan aman, sangat penting untuk menyadari potensi risiko dan menggunakannya secara bertanggung jawab. Pilih minyak wewangian dengan hati -hati, encerkan dengan benar, dan selalu lakukan tes patch sebelum menerapkannya pada kulit Anda.