1. Properti penciuman:
* Profil wewangian: Ini mengacu pada aroma keseluruhan parfum, dikategorikan sebagai bunga, jeruk, kayu, oriental, segar, gourmand, dll.
* Catatan Teratas: Aroma pertama yang Anda cium, biasanya lebih ringan dan lebih mudah menguap. Catatan ini menguap dengan cepat.
* Catatan Hati: Aroma utama parfum, muncul setelah nada teratas memudar. Catatan ini membentuk inti dari wewangian.
* Catatan dasar: Aroma yang melekat, memberikan kedalaman dan kehangatan. Catatan ini seringkali lebih berat dan kurang fluktuatif, yang paling lama.
* Sillage: Jejak aroma yang ditinggalkan oleh pemakainya.
* umur panjang: Berapa lama parfum bertahan di kulit.
2. Sifat Kimia:
* Konsentrasi: Ini menentukan kekuatan dan umur panjang parfum. Konsentrasi umum meliputi:
* parfum: Minyak wewangian yang paling terkonsentrasi, biasanya 20-30%.
* eau de parfum: Minyak wewangian 15-20%.
* Eau de Toilette: 5-15% minyak wewangian.
* eau de cologne: Minyak wewangian 2-4%.
* pelarut: Cairan yang membawa minyak wewangian, biasanya alkohol atau kombinasi alkohol dan air.
* ph: Keasaman atau alkalinitas parfum dapat mempengaruhi stabilitas dan aroma.
3. Sifat Fisik:
* Warna: Meskipun tidak berdampak langsung pada aroma, warna dapat memengaruhi daya tarik dan pemasaran parfum.
* Tekstur: Konsistensi parfum, seperti berminyak, berair, atau tebal.
* Kemasan: Botol, tutup, dan presentasi keseluruhan parfum berkontribusi pada kesan keseluruhannya.
4. Pertimbangan lain:
* Alergen: Bahan wewangian tertentu dapat menyebabkan alergi pada individu yang sensitif.
* musim: Beberapa parfum lebih cocok untuk musim tertentu karena profil aroma mereka.
* Acara: Intensitas dan gaya parfum dapat dipilih berdasarkan kesempatan (mis., Acara formal, hari santai).
Pada akhirnya, parfum "baik" bersifat subyektif dan tergantung pada preferensi individu. Namun, parfum yang dibuat dengan baik akan memiliki profil aroma yang seimbang, umur panjang yang baik, dan presentasi yang menyenangkan.