* Asal kuno: Penggunaan parfum tersebar luas di peradaban kuno seperti Mesir, Mesopotamia, dan India. Kultur -kultur ini menggunakan minyak, resin, dan bunga yang harum untuk ritual keagamaan, kebersihan pribadi, dan bahkan obat -obatan.
* Evolusi teknik: Seiring waktu, metode mengekstraksi dan memadukan wewangian berevolusi. Dari maserasi sederhana hingga teknik distilasi yang lebih kompleks, prosesnya menjadi lebih canggih.
* Tidak ada penemu tunggal: Banyak orang sepanjang sejarah berkontribusi pada pengembangan wewangian. Alkemis, apoteker, dan bahkan orang biasa bereksperimen dengan bahan dan teknik yang berbeda.
Namun, beberapa tokoh penting dalam sejarah parfum meliputi:
* Orang Mesir: Dikenal karena penggunaan parfum yang rumit, mereka mengembangkan metode canggih untuk mengekstraksi aroma dari tumbuhan dan hewan.
* Orang Yunani dan Romawi: Parfum adalah pusat kehidupan sehari -hari dalam peradaban ini, dan mereka bereksperimen dengan bahan dan teknik baru.
* orang Arab: Selama Abad Pertengahan, alkemis Arab membuat kemajuan yang signifikan dalam teknik distilasi, yang mengarah pada wewangian yang lebih terkonsentrasi dan kuat.
Alih -alih berfokus pada pencipta tunggal, lebih akurat untuk mempertimbangkan parfum sebagai produk kecerdikan manusia kolektif dan perkembangan budaya.