* Formula berbasis air: Sebagian besar maskara berbasis air, yang berarti mengandung persentase air yang tinggi. Air adalah zat yang tidak mudah terbakar dan bertindak sebagai pengencer, membuat maskara lebih kecil kemungkinannya untuk menyala.
* Bahan -bahan lain: Maskara juga mengandung pigmen, lilin, polimer, dan bahan -bahan lain yang tidak mudah terbakar. Bahan -bahan ini dapat bertindak sebagai penghambat kebakaran, lebih lanjut mengurangi risiko pengapian.
* konsentrasi rendah senyawa volatil: Maskara tidak mengandung sejumlah besar senyawa organik volatil (VOC), yang merupakan gas yang mudah terbakar.
* Properti Fisik: Maskara biasanya cairan atau krim kental yang kental. Tekstur ini membuat sulit untuk menyalakan dan mempertahankan nyala api.
Namun, penting untuk dicatat:
* Bahan khusus: Beberapa maskara mungkin mengandung bahan -bahan yang sedikit mudah terbakar, seperti alkohol atau minyak tertentu.
* Penyimpanan yang Tidak Benar: Maskara yang disimpan dalam panas ekstrem atau sinar matahari langsung berpotensi menjadi lebih mudah terbakar, meskipun ini sangat jarang.
sebagai kesimpulan: Sementara maskara umumnya dianggap tidak mudah terbakar, selalu yang terbaik untuk berhati-hati dan mengikuti pedoman keselamatan saat menangani produk kosmetik apa pun.