Potensi masalah dengan cat kuku:
* formaldehyde: Bisa menjadi alergen dan iritasi yang kuat, menyebabkan kemerahan, gatal, dan bahkan mengelupas kulit. Sering ditemukan di beberapa mantel dan pengeras dasar.
* toluena: Pelarut umum lain yang bisa mengiritasi dan mengeringkan kulit.
* Dibutyl phthalate (dbp): Dapat dikaitkan dengan gangguan endokrin dan telah dilarang di beberapa negara. Ini sering digunakan sebagai plasticizer.
* Camphor: Ditemukan di beberapa polesan, dapat menyebabkan reaksi alergi dan bahkan kerusakan saraf pada konsentrasi tinggi.
* aseton: Pelarut paling umum yang digunakan dalam penghapus cat kuku, dapat mengeringkan kuku dan kulit jika digunakan secara berlebihan.
Cara meminimalkan masalah potensial:
* Pilih poles 3-bebas atau 5-bebas: Ini menghindari beberapa atau semua bahan yang disebutkan di atas (formaldehyde, toluena, dbp, kapur barus, dan resin formaldehida).
* Terapkan mantel dasar: Ini membantu melindungi kuku Anda dari perubahan warna dan pewarnaan.
* Hapus cat secara teratur: Jangan biarkan itu chip dan kupas, karena ini dapat merusak kuku.
* Gunakan penghapus cat kuku berkualitas baik: Cari opsi bebas aseton untuk menghindari pengeringan kuku Anda.
* melembabkan secara teratur: Jaga kuku dan kutikula Anda terhidrasi dengan krim tangan yang bagus.
Kekhawatiran lain:
* Paku Akrilik: Dapat merusak kuku alami Anda jika tidak diterapkan dan dihilangkan dengan benar.
* Manicures gel: Meskipun mereka tahan lama, lampu UV yang digunakan untuk menyembuhkannya berpotensi meningkatkan risiko kanker kulit.
* Menggigit kuku: Ini dapat menyebabkan kuku dan infeksi yang rusak.
Overall, nail polish is generally safe if used responsibly. Dengan memilih produk berkualitas tinggi, mengikuti praktik kebersihan yang baik, dan mendengarkan tubuh Anda, Anda dapat menikmati kuku yang indah tanpa mempertaruhkan kesehatan Anda.