Faktor -faktor yang mempengaruhi resistensi chip:
* Kimia cat kuku:
* Polimer: Basis cat kuku adalah polimer (rantai panjang molekul). Polimer yang lebih kuat dan lebih fleksibel menciptakan film yang lebih keras dan lebih tahan chip.
* Pigmen: Warna yang Anda lihat berasal dari pigmen. Kualitas mereka dan seberapa baik mereka mengikat polimer mempengaruhi resistensi chip.
* pelarut: Cairan yang menipis poles dan memungkinkannya kering juga mempengaruhi kekuatan film terakhir.
* aditif: Banyak polesan memiliki aditif seperti resin, plasticizer, dan silika yang meningkatkan daya tahan dan fleksibilitas.
* Teknik Aplikasi:
* Persiapan yang tepat: Membersihkan permukaan kuku, menggunakan mantel dasar, dan mengoleskan mantel tipis, bahkan memaksimalkan adhesi.
* Curing: Gel UV/LED bergantung pada cahaya untuk mengeraskan cat, secara signifikan meningkatkan daya tahan.
* Faktor Eksternal:
* Paparan Air: Air dapat meresap di bawah film Polandia, melemahkannya dan mengarah ke chipping.
* gesekan: Cuci tangan, pengetikan, atau aktivitas kasar yang konstan dapat menyebabkan polesan habis.
* Perubahan suhu: Ayunan suhu yang ekstrem juga dapat menyebabkan Polandia berkontraksi dan berkembang, yang mengarah ke chipping.
* Paparan Kimia: Pembersih rumah tangga atau penghilang cat kuku tertentu dapat melemahkan film Polandia.
Sains dalam aksi:
* Teknik Kimia: Merumuskan polimer dan aditif baru untuk membuat poles yang lebih tahan lama.
* Ilmu Material: Memahami sifat fisik film cat kuku dan bagaimana mereka berinteraksi dengan lingkungan.
* Ilmu Permukaan: Mempelajari bagaimana cat kuku melekat pada permukaan kuku dan faktor -faktor apa yang mempengaruhi adhesi.
sebagai kesimpulan: Resistensi chip cat kuku adalah interaksi kompleks dari kimia, fisika, dan teknik aplikasi. Memahami prinsip-prinsip ilmiah ini sangat penting untuk menciptakan poles yang tahan lama dan tahan lama.