Pepatah ini berarti:
* Kecantikan sejati berasal dari dalam: Ini bukan tentang penampilan fisik, tetapi tentang kualitas batin seperti kebaikan, kemurahan hati, belas kasih, dan sikap positif.
* kecantikan batin lebih penting: Seseorang dengan hati yang baik dan pandangan positif dapat dianggap cantik, bahkan jika mereka tidak sesuai dengan standar daya tarik tradisional.
* kecantikan subyektif: Apa yang satu orang anggap cantik, yang lain mungkin tidak. Kecantikan sejati sering ditemukan dalam kualitas yang membuat seseorang unik dan istimewa.
Pepatah itu menekankan bahwa kecantikan batin lebih berharga dan bertahan daripada kecantikan fisik. Ini mendorong kita untuk fokus pada menumbuhkan kualitas positif dan menjadi orang baik, daripada berjuang untuk kesempurnaan eksternal.