Masalah Aborsi Saat Ini - Implikasinya
Aborsi adalah keputusan hidup yang besar bagi setiap orang. Tidak hanya mempengaruhi wanita, tetapi juga pria yang bersangkutan. Ini memiliki implikasi baik fisik maupun medis.- Stres pasca-aborsi Seorang wanita mungkin menderita stres pasca-aborsi. Selama aborsi ada perasaan yang bervariasi dari penyesalan hingga kelegaan, dan terkadang keduanya bersamaan. Mungkin ada perubahan suasana hati yang ekstrem juga. Setelah aborsi, wanita tersebut dapat mengalami depresi jika terlalu banyak tekanan dalam pikirannya. Biasanya disarankan bagi wanita untuk menemui psikiater setelah aborsi, bahkan jika mereka merasa baik-baik saja. Hal penting untuk diingat adalah bahwa tidak ada cara yang 'benar' untuk merasa. Setiap orang berbeda, dan karena itu mungkin merasakan emosi yang sama sekali berbeda. Juga, adalah salah untuk berasumsi bahwa hanya wanita yang menderita stres seperti itu. Seringkali calon ayah juga menderita stres atau depresi. Obat yang tepat untuk ini adalah menerima perasaan Anda dan menemui psikiater.- Aborsi yang memengaruhi hubunganSeringkali, keinginan wanita dianggap sangat penting. Jika ada ketidaksepakatan antara wanita yang melahirkan anak dan calon ayah, pandangan umum adalah bahwa wanita harus memiliki keputusan akhir karena dia 'menggendong bayi di dalam dirinya'. Di negara-negara seperti Cina, ayah tidak bisa memaksa ibu untuk melahirkan anaknya atau melakukan aborsi. Keputusan sepenuhnya ada pada wanita itu. Namun pandangan ini rabun karena ayah memiliki andil yang sama dalam menciptakan anak. Pandangan ini cenderung mempengaruhi hubungan. Ketika perempuan melakukan aborsi tanpa persetujuan dari ayah itu menyebabkan masalah.